Soal Keterlambatan, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Sejumlah jadwal penerbangan Garuda Indonesia di beberapa bandara mengalami penundaan penerbangan (delay) pada Kamis 15 Februari kemarin.

Vice President Corporate Communication and Investor Garuda Indonesia Hengki Heriando mengatakan, penyebab terjadinya keterlambatan penerbangan disebabkan karena cuaca yang tidak bersahabat.

“Kemarin terjadi delay karena bad weather, antara lain karena hujan di beberapa station termasuk CGK (Soekarno-Hatta International Airport) sehingga pesawat tidak dapat landing dan take off,” tuturnya, Jumat (16/2/2018).

Selain itu, ia juga menyebutkan adanya beberapa pengalihan pendaratan di Bandara Halim Perdanakusuma sehingga mengakibatkan adanya pergeseran gate.

“Ada juga pesawat Garuda Indonesia yang di-divert landing di HLP (Halim Perdanakusuma International Airport). Kondisi ini menyebabkan delay di beberapa station dan perlu dilakukan rotasi pesawat dan juga pergeseran gate,” tukas dia.

Terkait insiden tersebut, seperti dilansir dari Liputan6.com, Hengki menjelaskan, Garuda Indonesia sudah memberikan service recovery dengan mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI Nomor PM 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan pada Pesawat Niaga Berjadwal.

“Kita sudah jelaskan ke penumpang alasan delay-nya, dan kita sudah berikan service recovery sesuai ketentuan Permenhub. Jadi, pemberian kompensasi itu tergantung lama periode waktu delay,” ujar dia.

Untuk diketahui, jadwal penerbangan Garuda Indonesia mengalami keterlambatan keberangkatan pada Kamis kemarin. Terpantau, keterlambatan tersebut terjadi di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan juga Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Untuk di Bandara Soekarno-Hatta, salah satu penerbangan yang mengalami keterlambatan adalah GA 614 dengan tujuan Makassar. jadwal penerbangan mundur dari pukul 19.15 WIB menjadi 22.00 WIB.

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu juga mengungkapkan terjadi keterlambatan penerbangan di Bandara Palembang yang rencana terbang pukul 17.00 WIB tetapi hingga pukul 03.00 WIB belum juga mendapatkan kejelasan penerbangan. (*/Q)