Rute China Ditutup, AP II Dorong Maskapai Isi Slot Kosong

Di Bandara Soekarno – Hatta ada sekitar 20 slot penerbangan yang kosong semenjak penutupan rute sementara penerbangan dari dan menuju China. Slot jadwal penerbangan tersebut perlu segera diisi demi menutupi kerugian, demikian dikatakan oleh Presiden Direktur Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin.

Ia mengakui guna menutupi kerugian, Angkasa Pura II sudah meminta maskapai mengisi slot kosong tersebut dengan rute baru. Atau, maskapai juga bisa menambah frekuensi rute yang sudah ada.

“Alternatif destinasi tujuan baru pengganti kota-kota di Cina kami usulkan Asia Barat, seperti India, Pakistan, Srilangka, Bangladesh, Nepal, termasuk Maladewa karena daerah wisata, kemudian juga Istanbul, Turki. Nah yang masih menarik adalah Australia,” Awaluddin menuturkan, Jumat (7/2).

Saat ini tercatat ada tiga maskapai domestik yang terbang ke Cina, yaitu Garuda, Lion Air, Batik air.

Selain ketiga maskapai tersebut, ada Citilink dan Sriwijaya yang sebenarnya juga melayani rute penerbangan ke Cina dengan penerbangan carter atau sewa khusus. Terdapat pula maskapai asal Cina yang turut melayani rute tersebut, yakni Air China, China Airlines, China Southern dan China Eastern.

“Kalau pesawat domestik bisa ganti ke destinasi domestik, luar negeri negara lain selain Cina, khususnya untuk Garuda, Lion Air, dan Batik Air, karena mereka mengatur pengalihan ke rute-rute di domestik juga masih bisa,” kata Awaluddin.