Runway Bandara Tanjung Harapan Diperpanjang


Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta ekonomi masyarakat setempat, Pemerintah Kalimantan Utara melakukan sejumlah langkah pembangunan infrastruktur, salah satunya perpanjangan landasan pacu di bandara Tanjung Harapan. Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara Taupan Majid menjelaskan, rencana pengembangan tersebut sudah dipaparkan Kepala Bandara Tanjung Harapan kepada Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.
Landasan pacu atau runway bandar udara (bandara) Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara bakal diperpanjang lagi 250 meter tahun ini hingga mencapai 1.850 meter.
“Saya tidak tahu persis anggaran yang dibutuhkan. Tetapi pihak bandara informasinya sudah mengusulkan kebutuhan anggaran perpanjangan itu ke Kementerian Perhubungan,” kata Taupan Majid.
Sejauh ini Kementerian Perhubungan mempersyaratkan jika ingin membantu anggaran perpanjangan sisi udara, lahan pengembangan bandara sudah harus clean and clear
“Artinya sudah kita bebaskan. Sudah jadi milik pemerintah, baru mau Kementerian Perhubungan membantu anggaran,” katanya.
Untuk perpanjangan landasan lacu sepanjang 250 meter ke utara, diperlukan tambahan lahan seluas 30 hektare. Gubernur kata Taupan, berkomitmen akan membantu bandara Tanjung Harapan agar rencana perpanjangan landasan pacunya dapat direalisasikan tahun ini.
“Ya, Pak Gubernur rencananya akan membantu alokasi anggaran Rp 10 miliar untuk pembebasan lahan 30 hektare itu,” katanya.
Sebagian besar lahan 30 hektare yang dibutuhkan, harus membebaskan lahan milik masyarakat. Bandara Tanjung Harapan sebut Taupan mendapatkan alokasi anggaran dalam DIPA Tahun 2019 sebesar Rp 17 miliar, tetapi bukan untuk perpanjangan landasan lacu.
“Informasi dari Kepala Bandara, anggaran itu untuk peningkatan standar keamanan bandara,” ujarnya.
“Pak Gubernur yakin dengan makin berkembangnya bandara, daerah ini tumbuh. Setelah sebelumnya menargetkan pesawat ATR-72 mendarat, Alhamdulillah sudah terealisasi. Sekarang bagaimana pesawat tipe Bombardier bisa masuk. Garuda punya pesawat itu,” ujarnya.
“Kalau Garuda masuk, banyak sektor yang akan tumbuh. Salah satunya adalah pariwisata. Ini akan mempengaruhi industri pariwisata di sini makin baik. Belum lagi sektor lainnya,” kata Taupan.