Pesawat Hemat Bahan Bakar hingga Rp75 Juta

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan landasan pacu atau runway 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng, Jakarta, sudah bisa beroperasi pada November 2019 mendatang. Pembangunan landasan pacu yang merupakan arahan dari Presiden RI Joko Widodo ini memiliki panjang sekitar 3.000 meter.

“Nanti pada November, panjang runway 3 menjadi 3.000×60 meter bisa dilaksanakan, semua pesawat bisa mendarat dan take off di situ,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Jakarta Air Traffic Service Center di Bandara Soekarno Hatta.

Menhub Budi seperti di lansir dari okezone menyampaikan, bahwa sudah satu bulan ini runway 3 beroperasi dan berlangsung baik. Meskipun untuk runway untuk 2.500 x 45 meter, dan terbatas untuk pesawat Citilink dengan kualifikasi Boeing 737 dan Airbus. Pembangunan runway 3 yang dikabarkan dapat melakukan penghematan hingga mencapai Rp75 juta dihitung dari jumlah bahan bakar.

Jika nanti runway 3 Bandara Soetta ini bisa beroperasi penuh, menurut Menhub, pergerakan pesawat yang tadinya hanya 75 pesawat per jam saat ini telah dapat meningkat kapasitasnya menjadi 81 pesawat per jam. Pergerakan ini akan dapat bertambah jumlahnya menjadi 100 pesawat per jam pada saat runway 3 sudah memiliki panjang 3.000 meter.

“Waktu saya saat masih menjadi Dirut PT AP II Soekarno Hatta pergerakannya 75, sekarang menjadi 81 setiap satu jam. Kalau nanti runway 3 beroperasi dengan panjang 3.000 m, take off landing kurang lebih bisa menjadi 100 per jam,” jelas Menhub.

Senada dengan Menhub, Direktur Utama PT Angkasa Pura II M. Awaluddin menjelaskan, bahwa dari simulasi yang dilakukan oleh maskapai pada Agustus lalu, pembakaran bahan bakar pesawat dapat ditekan hingga 1300 pounds atau Rp 70-75 juta jika dikalkulasi dalam rupiah karena pesawat tidak perlu menunggu lebih lama untuk mencapai apron setelah landing.