(021)-559-0447 secretariat@apg.or.id

Industri penerbangan terkena dampak merebaknya virus korona yang menyebabkan ditutupnya sejumlah rute penerbangan internasional. Hal tersebut berimbas pada pendapatan maskapai tanah air.

Pemerintah akhirnya merespon dengan memberikan insentif guna mendongkrak dunia aviasi, salah satunya ialah pemotongan harga avtur oleh PT Pertamina.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, bahwa memang tidak ada kesepakatan untuk kuota yang akan disuplai oleh pihaknya. Akan tetapi, di setiap bandara kuota yang disediakan per bulan adalah sebesar 10 kilo liter (KL).

“Nggak ada kuota, yang ada penjualan yang tergantung demand. Namun kita siapkan sesuai proyeksi untuk seluruh bandara yang ditetapkan rata-rata sekitar 10 ribu KL per bulan, demand akan bervariasi sesuai kebutuhan,” jawab dia.

Terkait ketersediaan pasokan Pertamina juga memberikan jaminan bahwa pihaknya stok yang tersedia aman dan telah terjadwal dengan baik.

“Pasokan aman, karena memang sudah ter-schedule dengan baik. Hal ini merupakan dukungan Pertamina kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia,” jelas dia, Kamis (27/2/2020).

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menjelaskan bahwa diskon avtur yang diberikan sebesar 15,8 persen. Rencananya, insentif tersebut akan berlaku mulai dari Maret hingga Mei mendatang. Untuk kuotanya yang akan disuplai pun tidak terbatas.

“Kuota nggak ada, pokoknya selama 3 bulan itu kita berlakukan (Pertamina pasok, Red),” terang Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto di Jakarta.