Mudik Lebaran, AirNav Prediksi Pergerakan Pesawat Tumbuh 5%

 PT Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNI) atau AirNav Indonesia optimistis pertumbuhan pergerakan pesawat selama masa Angkutan Lebaran tahun ini bisa mencapai 5%.


Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengatakan, hingga 14 Mei 2019, total permintaan penerbangan tambahan (extra flight) mencapai 1.336 slot untuk rute domestik dari enam maskapai. Adapun, rute internasional terdapat 44 slot penerbangan tambahan dari tiga maskapai.


“Prediksi kami tetap optimistis akan ada growth sekitar 5%. Setiap tahun selalu tumbuh 5%–6%,” kata Novie, Selasa (14/5/2019) malam.


Berdasarkan data AirNav, pergerakan pesawat pada masa Angkutan Lebaran 2018 mencapai 87.618 atau meningkat hingga 5,30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Realisasi masa Angkutan Lebaran 2017 hanya 83.206 pergerakan.


Sementara itu, realisasi penerbangan tambahan pada masa Angkutan Lebaran 2018 mencapai 3.106 slot. Jumlah tersebut meningkat 4,58% dibandingkan dengan realisasi masa Angkutan Lebaran 2017 yakni 2.970 slot.


Dia menambahkan jumlah pengajuan penerbangan tambahan masih bisa bertambah hingga pelaksanaannya pada 28 Mei 2019. Maskapai yang telah mengajukan flight plan dan mendapatkan flight approval dari regulator akan langsung dilayani oleh AirNav. 


Potensi penambahan tersebut, lanjutnya, akan berasal dari sejumlah bandara yang baru beroperasi, salah satunya adalah Bandara Internasional Yogyakarta. Slot yang tersedia di bandara yang berlokasi di Kulon Progo tersebut akan diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan dari dan menuju Yogyakarta.