Kemenhub: FAA Terbitkan Larangan Terbang Darurat Boeing 737 Max 8


Kementerian Perhubungan menyatakan Otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat atau FAA melarang terbang Boeing 737 Max 8. Hal ini disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti seiring diterimanya surat FAA tersebut yang  berisi perintah larangan terbang darurat.

“FAA terbitkan Emergency Order of Prohibition (perintah larangan darurat) untuk Boeing 737 Max 8,” kata Polana, Kamis, 14 Maret 2019. Menanggapi surat itu, Polana menegaskan Kementeriannya akan menerbitkan surat kepada maskapai dan pihak-pihak terkait pelarangan terbang Max 8 hari ini.

Larangan terbang untuk pesawat baru produksi perusahaan Boeing Co itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Boeing 737 Max 8 tak boleh mengudara. Keputusan larangan terbang pesawat-pesawat produksi perusahaan Amerika itu pun diambil berdasarkan bukti-bukti baru yang ditemukan tim investigasi. Selain itu, FAA juga memantau data satelit.

Di Indonesia dua maskapai yakni Lion Air dan Garuda Indonesia yang telah menggunakan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 k.

Kedua maskapai itu sedianya telah memesan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 kepada Boeing Co dengan jumlah besar.

Sementara itu, Garuda Indonesia memesan 50 armada Boeing 737 Max 8. Satu armada telah datang dan beroperasi. Pada 2020, satu pesawat lagi dijadwalkan mendarat.