Jelang Nataru, Kemenhub akan Lakukan Inspeksi Keselamatan Transportasi Udara

Menjelang Natal dan tahun baru 2020, Direktoral Jenderal Perhubungan Udara melakukan inspeksi keselamatan (ramp check) sektor transportasi udara.

Ramp check pun dilakukan dengan sebaran lokasi sebanyak 38 bandar udara untuk penerbangan dalam negeri dan 7 lokasi bandara udara untuk penerbangan luar negeri. Cakupan tersebut lebih luas karena bertambahnya Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulonprogo dan Bandar Udara Kertajati, Majalengka.

“Kita memandang perlu untuk memperluas pemantauan dikarenakan Bandara YIA dan Bandara Kertajati telah aktif melakukan operasional penerbangan,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana. B Pramesti dalam keterangan tertulis Jumat (29/11).

Polana juga mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai persiapan di sektor transportasi udara untuk memprioritaskan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan.

“Menjelang Nataru, kami melakukan persiapan bersama dengan operator bandara, operator penerbangan dan stakeholders penerbangan lainnya sehingga diharapkan dapat melayani calon pengguna jasa transportasi dengan baik dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan keamanan penerbangan,” tutur Polana.

Berbagai persiapan ini dilakukan mengingat adanya peningkatan pengguna jasa transportasi udara serta meminimalisasi hal yang tak diinginkan karena datangnya musim hujan yang dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran operasional penerbangan.

Kemenhub telah memperkirakan puncak natal dan tahun baru akan terjadi pada 21 Desember 2019 dan arus balik pada 5 Januari 2020, peningkatan penumpang ini dipengaruhi oleh cuti bersama dan libur sekolah.

Pada natal dan tahun baru kali ini, pesawat udara yang akan beroperasi sebanyak 495 pesawat dari 12 badan usaha angkutan udara niaga berjadwal. Dari sisi kapasitas tempat duduk, selama periode kali ini, penerbangan berjadwal domestik dan internasional membutuhkan total 5,3 juta tempat duduk, dan sekarang sudah tersedia 8,9 juta tempat duduk.

Ditjen Perhubungan Udara juga mempersiapkan penerbangan tambahan (extra flight) apabila dibutuhkan pada rute-rute tertentu untuk memberikan pelayanan konektivitas.