Ini Alasan Garuda Tutup Sejumlah Rute Timur Indonesia

Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk mengungkapkan alasan di balik rencana penutupan sejumlah rute di wilayah Timur Indonesia sebagai bagian dari strategi bertahan di tengah tekanan di sektor penerbangan domestik.

“Kita mengalami [beban] berat, BUMN Garuda untuk bisa survive sedemikian dan kebutuhan ke daerah remote [terpencil] penting juga. Karena Garuda enggak hanya menjadi untung, di Halmahera, dan daerah-daerah lainnya, untuk bangun sinergi,” kata Direktur Operasi Garuda, Bambang Adisurya Angkasa, saat rapat di Komisi VI DPR, Senin (25/11/2011).

“Contoh model Jakarta-Nias. Bupati Nias kasih jaminan untuk mendukung pariwisata di Sulawesi dan sedang menata untuk optimumkan pesawat-pesawat besar kita di bandara utama, Denpasar, Surabaya, Balikpapan, [pesawat] berbadan besar [wide-body], agar kapasitas meningkat dan enggak nambah slot,” tegasnya.

Dia mengatakan pesawat berbadan besar ini berbeda dengan tipe ATR yang biasa dipergunakan untuk bandara di wilayah terpencil atau remote. “Sekarang sedang konsolidasi dengan bupati untuk dapat kesepakatan, dan stakeholder untuk membantu,” katanya.

Situs resmi Garuda mencatat, maskapai BUMN ini memiliki hingga 69 destinasi lokal dan 22 destinasi internasional.

Untuk di Papua, ada Biak, Jayapura, Merauke, Nabire, Timika, Sorong. Sementara Sulawesi, Ambon dan Maluku yakni Ambon, Gorontalo, Kendari, Makassar, Mamuju, Manado, Palu, dan Ternate.

Adapun di Bali dan Nusa Tenggara yakni Bali, Bima, Kupang, Labuan Bajo, Lombok, dan Sumbawa.