Garuda Lakukan Inspeksi Ekstra Boeing 737 Max 8

Pada Minggu (10/3) waktu setempat, Pesawat Ethiopian Airlines tujuan Nairobi jatuh di dekat kota Bishoftu, 62 Km tenggara ibu kota Addis Ababa. Jenis pesawat nahas tersebut merupakan Boeing 737 MAX 8.

Di Indonesia salah satu  maskapai penerbangan yang menggunakan jenis serupa yakni Garuda Indonesia. Hingga saat ini baru ada satu armada yang didatangkan dari 50 pesawat yang telah dipesan Garuda Indonesia.

Bagaimana Garuda Indonesia menyikapi hal ini pascakecelakaan pesawat Ethiopian Airlines?

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara mengatakan, pascakecelakaan pesawat Ethiopian Airlines, sebagai maskapai yang mengoperasikan Boeing 737MAX 8, pihaknya terus melakukan prosedur inspeksi ekstra terhadap beberapa sistem yang diduga menjadi penyebab kecelakaan.

“Pertama, airspeed dan altitude system; kedua, flight control system; tiga, stall management system. Semua dengan hasil baik (No Fault Found),” ujar Ari 

Selain melakukan inspeksi ekstra, kata Ari, Garuda Indonesia juga langsung berkoordinasi dengan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan untuk tindakan preventif selanjutnya.

“Data total jam terbang dan cycle Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Garuda Indonesia hingga tanggal 9 Maret 2019 adalah 3087,88 Hours 
Cycle 1501,” ungkap Ari.

Boeing 737 MAX 8 yang digunakan Garuda melayani rute Jakarta-Surabaya dan sebaliknya. Hingga saat ini baru ada satu armada yang didatangkan dari 50 pesawat yang telah dipesan Garuda Indonesia.