Garuda Indonesia Kembangkan Layanan UAV

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah mengembangkan layanan unmanned aerial vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak untuk cargo dengan bekerja sama bersama Beihang UAS Technology Co. Ltd.

Rencananya pada akhir tahun 2020 sebanyak tiga unit UAV berjenis BZK-005 akan diujicobakan sejumlah wilayah di Indonesia.

VP Corporate Secretary GIAA mengatakan UAV mampu angkut beban hingga mencapai 1,2 ton dan jarak tempuh mencapai 1,200 kilometer di ketinggian 5,000 meter. Persiapan terkait pengoperasikan UAV tersebut juga terus diintensifkan melalui koordinasi dengan regulator terkait.

“Yakni Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU), Direktorat Jenderal Bea & Cukai, AirNav Indonesia, Beihang UAS, dan perwakilan Civil Aviation Administration of China (CAAC) dengan pembahasan mengenai persiapan uji coba Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau Remote Pilot Aircraft System (RPAS) di Indonesia,” katanya, Sabtu (28/9).

Dari hasil koordinasi yang dilaksanakan pada 28 Agustus 2019 kemarin, Direktorat Navigasi Penerbangan dan AirNav sedang membuat kajian terhadap lokasi dari uji coba pengoperasian UAV di Indonesia.

Kata Ikhsan, Beihang UAS sebagai manufaktur dari UAV tersebut juga akan melakukan koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terkait sertifikasi UAV.

Selain itu bersama dengan Garuda Indonesia, Beihang UAS akan membentuk tim teknis terkait dengan kesiapan operasional dan safety assessment untuk lokasi uji coba yang akan ditentukan oleh regulator.

Ikhsan menambahkan, dalam tahap penentuan lokasi uji coba UAV tersebut terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi di antaranya sebagai berikut:
a) Memenuhi standar dari Beihang UAS manufaktur UAV
b) Berdasarkan keputusan dari regulator, akan dilakukan di Segregated Airspace (tidak mix dengan commercial aircraft)
c) Baik dari Regulator (Direktorat Navigasi Penerbangan), AirNav, dan Garuda Indonesia akan membuat safety assessment untuk lokasi uji coba tersebut.