DKPPU Cek Boeing 737 Max 8 Milik Maskapai Nasional dengan 3 Tahapan


Empat dari 11 unit pesawat Boeing 737 Max 8 milik maskapai nasional telah dilakukan pengecekan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU). Ada tiga tahap yang harus dilalui untuk proses pengecekan atau inspeksi. Dari hasil pengecekan tersebut, pesawat milik Lion Air dan Garuda Indonesia tidak dibolehkan terbang.

“Inspeksi dilakukan mulai kemarin, 12 Maret 2019,” kata Direktur Jenderal DKPPU Avirianto di kantor Kementerian Perhubungan pada Rabu, 13 Maret 2019.

Menurut Avirianto, tahap pertama adalah memeriksa angle of attack. Angle of attack merupakan bagian sudut serangan atau sudut yang berada di antara motor, sayap, dan stabilo. Cara pengukurannya pun ditinjau dari aliran udara.

Sedangkan pada tahap kedua, dilakukan pengecekam kecepatan atau speed. Selanjutnya, di tahap ketiga, tim inspeksi akan memeriksa pilot training penerbang Boeing 737 Max 8.

Dari empat pesawat yang telah melalui tahap pemeriksaan ini tiga di antaranya merupakan pesawat Lion Air. Lantas, satu lainnya ialah pesawat milik Garuda Indonesia. Avirianto mengatakan, untuk sementara, Kementerian Perhubungan menetapkan waktu sepekan untuk inspeksi. Itu artinya, selama 7 hari, pesawat Boeing 737 Max 8 milik dua maskapai itu tak dikenankan beroperasi.

Selama dua hari inspeksi dilakukan, Avirianto menyebut tim tidak menemukan masalah.