Optimalkan Pelayanan Transportasi udara, Kemenhub kembangkan Bandara Ewer

Guna meningkatkan pelayanan angkutan udara di Kabupaten Asmat, PapuaDirektorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengembangkan Bandar Udara Ewer.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis mengatakan keberadaan Bandar Udara Ewer merupakan pelaksanaan dari Nawacita ke 3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, dilakukan dengan meningkatkan konektivitas terutama pada daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

‚ÄúPengembangan bandar udara penting untuk dilakukan guna membantu masyarakat setempat untuk menjangkau suatu wilayah dengan selamat, aman dan nyaman. Selain itu, juga untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang meningkat signifikan setiap tahunnya,” ujarnya.

Pasalnya, pada enam bulan pertama 2019, tercatat lebih dari 100 persen terjadi peningkatan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu.

Ada pun fasilitas yang dikembangkan adalah pembangunan terminal baru seluas 488 meter persegi yang selama ini menggunakan terminal lama seluas 100 meter persegi yang hanya mampu menampung sebanyak 10 penumpang.

Pada sisi udara, Bandar Udara Ewer akan dilakukan perpanjangan landas pacu (runway) dari 1.100 meter x 30 meter menjadi 1.600 meter x 30 meter, perluasan lahan parkir pesawat (apron) dari 60 meter x 40 meter menjadi 90 meter x 70 meter dan landas hubung (taxiway) 86 meter x 15 meter.

Sementara, pada sisi keselamatan dan keamanan penerbangan, Bandar Udara Ewer akan dilengkapi dengan Fire Fighting Kategori IV dan pembuatan runway strip.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara, Oto Irianto, mengatakan, dengan dilaksanakannya pengembangan Bandar Udara Ewer, maka penerbangan yang selama ini hanya dapat dilayani oleh jenis pesawat dengan kapasitas di bawah 30 seat sekelas Cesna C-206B Grand Caravan atau DHC-6 Twin Otter, diharapkan dapat melayani pesawat komersil diatas 30 seat dengan menggunakan pesawat berjenis ATR.