Begini Strategi Meningkatkan Okupansi Bandara Kertajati

Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan sejumlah antisipasi sepinya Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat. Dalam 2 tahun, pertumbuhan bandara tersebut akan terlihat. Ada dua strategi yang disiapkan pemerintah, yakni strategi jangka panjang dan jangka pendek.

Dalam jangka panjang, 5 tahun ke depan, Bandara Kertajati akan menjadi tempat strategis apalagi ketika jalan tol sudah selesai, demikian dikatakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.


Ia mengatakan pembentukan bandara tersebut memang merupakan inisiatif dari pemerintah daerah (Pemda) Jawa Barat, tetapi bagaimana pun pemerintah pusat harus turut serta memfungsikannya secara optimal.


“Jangka pendek ini yang akan kami intensifkan jadi angkutan umrah dan untuk penerbangan jarak jauh juga, seperti Bandung—Makassar, Bandung—Papua, Bandung—Kualanamu,” ungkapnya.


Solusi jangka pendeknya yakni dengan memindahkan keberangkatan umrah di wilayah Jawa Barat ke Bandara tersebut, karena keberangkatan umrah itu setiap hari, sehingga pasti ada dampak peningkatan jumlah pengunjung.


Menurutnya, selama ini maskapai akan diperhatikan independensinya, karena fokus mereka terkait okupansi. “Kita upayakan dengan kebijakan agar membuat okupansinya mereka lebih baik, dengan jarak jauh, umrah, haji biar okupansi banyak,” terangnya.


Dia memproyeksikan jangka panjang agar Bandara Husein Sastranegara di Bandung fokus untuk penerbangan jarak dekat dalam pulau Jawa saja, sementara penerbangan ke pulau lain difokuskan di Kertajati.


“Dengan demikian, pasti ada kurva pertumbuhan, ini bertahap, kalau sudah ada jalan tol, tidak ada alasan lagi. Penerbangan ke luar Jawa harus Kertajati, 2 tahun tol itu harus jadi pada 2021,” ungkapnya.