Bandara Tjilik Riwut Bakal Buka Tiga Rute Penerbangan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, terus berupaya memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dengan memperluas rute dan meningkatkan sarana dan prasarana Bandara Tjilik Riwut.

Melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Tengah dan Dinas Perhubungan, hingga, Selasa (4/12/2018) masih dalam tahap pengusulan tiga rute baru untuk rute penerbangan dari Palangkaraya menuju, Kualanamu (Medan), Palangkaraya – Denpasar (Bali) serta Palangkaraya- Yogyakarta.

Wakil Gubernur Kalteng, Habib H Said Ismail, beberapa waktu yang lalu menjelaskan, memang mengharapkan Bandara Tjilik Riwut terkoneksi dengan bandara tujuan wisata seperti Bali dan Yogyajarta, agar pariwisata Kalteng juga bisa hidup.

Rencana tersebut, mulai diwujudkan melalui instansi terkait yang masih dalam tahap pengusulan untuk pembukaan rute baru penerbangan yang menghubungkan Palangkaraya dengan Bandara Ngurahrai Bali dan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta serta Bandara Kuala Namu Medan.

Bukan hanya itu, Sekda Prov Kalteng, Fakhrizal Fitri, juga mengungkapkan, pihaknya juga masih mengusulkan untuk penambahan armada penerbangan baru untuk tiga Bandara di Kalteng yakni Bandara Tjilik Riwut, Bandara Iskandar Pangkalanbun dan Bandara H Asan Sampit.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah, yang diungkapkan, Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofti M.A., dalam presrilisnya, menyebutkan, Frekuensi penerbangan pesawat udara menurun 0,40 persen, dari 1.996 kali penerbangan untuk penerbangan bulan September 2018 menjadi 1.988 kali untuk penerbangan Bulan Oktober 2018.

Penurunan ini diikuti oleh berkurangnya jumlah aktivitas penumpang (3,92 persen), terutama dipengaruhi oleh menurunnya aktivitas penumpang datang (9,50 persen).

Penurunan frekuensi penerbangan pesawat juga berdampak pada menurunnya arus lalu lintas barang (1,78 persen), terutama berasal dari volume bongkar barang (3,18 persen). Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, frekuensi penerbangan pesawat selama Januari-Oktober 2018 masih terjadi kenaikan (10,57 persen).

Pertumbuhan layanan penerbangan ini mampu mengungkit kenaikan aktivitas penumpang (16,66 persen) dan barang (18,86 persen). Namun demikian, potensi layanan arus lalu lintas penumpang secara keseluruhan relatif masih rendah.

“Hal ini terlihat dari rata-rata aktivitas penumpang sekitar 173.588 orang per bulan, yang terdistribusi melalui tiga bandar udara utama di Kota Palangkaraya, Pangkalanbun, dan Sampit,” ujarnya.