Airnav : Pusat Navigasi Udara Jalur Selatan Berada di Yogyakarta

Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia akan menjadikan Yogyakarta sebagai pusat kendali lalu lintas di Jalur Selatan Jawa.

“Kami optimalisasi Yogyakarta menjadi pusat pelayanan navigasi di area Selatan, khususnya untuk level ruang udara rendah di bawah 24.500 kaki,” kata Direktur Utama Novie Riyanto.

Nantinya, lanjut dia, bandara-bandara yang ada di wilayah Selatan, seperti Bandara Tasikmalaya, Solo, dan Semarang pengendalian lalu lintasnya berada di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

“Contoh Semarang, Solo termasuk Adisutjipto kami sentralisasi ke Yogyakarta, termasuk bandara-bandara sipil Kemenhub kita sentralisasi ke sana. Kertajati, Bandung ke Yogyakarta juga Airnav akan buat pelayanan terbaik,” ujar dia dilansir dari Investor.id.

Bandara-bandara di jalur Selatan, seperti Bandara Wirasaba, Purwokerto dan Bandara Wiriadiniata Tasikmalaya, kata dia, akan dikomersialkan statusnya menjadi enclave civil, sehingga pergerakan diperkirakan makin meningkat.

“Karena itu kami butuh sentralisasi di Yogyakarta karena Bandara Wirasaba dan Wiriadinata akan dikomersialkan,” katanya.

Ditambah, lanjut Novie, Bandara Husein Sastranegara Bandung akan dijadikan pusat penerbangan pesawat baling-baling dan Bandara Kertajati hub umrah dan haji serta pesawat jet di Jawa Barat dan sekitarnya.

Jalur penerbangan Selatan Jawa merupakan jalur penerbangan yang sudah dibuka untuk jalur penerbangan komersial yang sebelumnya hanya digunakan untuk jalur penerbangan pesawat militer.

Hal itu merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kepadatan di Jalur Utara Jawa.

“Kami sudah siapkan, akan semakin optimal tidak ada keluhan dari pihak lain,” katanya. Investasi di jalur Selatan merupakan bagian dari program Airnav Indonesia pada 2020, selain peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan layanan di lima destinasi pariwisata superprioritas dan pengembangan fasilitas navigasi penerbangan di Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur.