2020 Kemenhub Optimis Tren Transportasi Udara Meningkat

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) optimistis jumlah penumpang angkutan udara akan berbalik mengalami pertumbuhan pada tahun ini, meskipun penumpang pada 2019 diprediksi turun berkisar 18-20% dibandingkan tahun sebelumnya.

Volume penumpang angkutan udara pada masa Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru 2019/2020) juga menyusut 6,5% dibanding realisasi Nataru 2018/2019, yang salah satunya dipicu oleh tingginya antusiasme masyarakat menggunakan kendaraan pribadi seiring makin tersambungnya jalan tol baik di wilayah Jawa maupun Sumatera.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti meyakini, moda transportasi udara akan tetap menjadi andalan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan jaringan konektivitas antarpulau.

Dari data terlihat bahwa industri penerbangan yang tengah berada dalam tren pertumbuhan negatif memang masih mencatatkan volume penumpang angkutan udara Nataru 2019/2020 sebanyak 5,1 juta. Namun angka tersebut hanya di bawah jumlah penumpang angkutan kereta api yang bisa tumbuh 4,4% menjadi sebanyak 5,7 juta pada masa Angkutan Nataru 2019/2020.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono mengakui, semakin tersambungnya konektivitas jalan tol berpengaruh terhadap volume penumpang pesawat Nataru 2019/2020 yang menurun, namun tak sebesar yang diperkirakan.

“Tapi sebelumnya prediksi kami itu jumlah penumpang angkutan udara Nataru /20192020 turun hingga 8,4%. Namun, alhamdulillah karena kepercayaan publik hanya turun 6,5%,” terang Nur Isnin awal pekan ini.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengakui telah terjadi penurunan trafik penumpang di beberapa bandara kelolaan di Pulau Jawa menyusul telah dioperasikannya Jalan Tol Trans-Jawa, di samping penyebab lain yakni harga tiket yang dinilai masih relatif tinggi dan semakin banyaknya pilihan moda transportasi lain.

Untuk jumlah penumpang sepanjang 2019, PT Angkasa Pura (AP) II memproyeksikan terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan udara berkisar 18-20% pada tahun ini dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.