Menpar Minta Tambahan Kursi Pesawat, Ini Kata Pahala

Dalam kunjungan ke sejumlah maskapai penerbangan pada Senin (5/2), Menteri Pariwisata (Menpar) Ia meminta penambahan kursi penerbangan di rute-rute baru, dan rute potensial.

“Kami butuh tambahan seats internasional untuk pemenuhan target 25 juta. Saat ini masih kurang 1,1 juta. Dengan rute baru dan penambahan frekuensi, beban itu akan berkurang. Kami optimistis jumlah wisatawan akan tumbuh sesuai harapan,” ujar Arief Yahya.

 Menpar, seperti disiarkan tribunnews merencanakan dari kekurangan 1,1 juta seat tersebut akan dibagi 600.000 kursi untuk Bali, dan 400 ribu kursi untuk Jakarta.

Sementara sisanya dialokasikan ke bandara-bandara lainnya. Kantor Garuda Indonesia di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menjadi salah satu yang dikunjungi Menpar.

Respon positif pun diberikan Garuda Indonesia, lewat Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury. Maskapai milik pemerintah itu bahkan menjanjikan kenaikan international flight seats di tahun 2018 ini.

Besarannya pun maksimal sampai 20 persen. Menpar mengatakan, pertumbuhan Garuda cukup signifikan pada 2017. Persentase wisman yang terbang dengan Garuda naik 20,8 persen. Angka riilnya sekitar 4,8 juta wisman.

“Apa yang Garuda lakukan tahun lalu sangat bagus. Kenaikan 20,8 persen tinggi. Hal ini sebanding dengan pelayanan yang mereka berikan. Dengan komitmen kuat, Garuda akan terus tumbuh di tahun ini,” tutur Menpar.

Garuda Indonesia berencana mengangkut penumpang internasional sebanyak 5,8 juta orang.

Jumlah ini naik signifikan sekitar 1 juta wisman. Selain itu juga berencana memiliki armada sebanyak 144 pesawat. Rinciannya 110 narrow body, lalu 34 wide body.  Citilink pun menopang dengan 50 armada.

“Garuda tetap mendukung upaya Kemenpar. Kami juga sudah memiliki kalkulasi terkait potensi untuk pengembangan pasar. Penambahan available seat 20 persen untuk rute internasional realistis. Dengan sinergi bersama Kemenpar ini, kami optimistis bisa mencapai target,” pungkas Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury.