Garuda Indonesia Targetkan Penjualan US$ 1 Juta dari GarudaShop

 

PT Garuda Indonesia Tbk berupaya mengembangkan bisnis non tiket. Kali ini, maskapai pelat merah ini mulai merambah bisnis e-commerce untuk meningkatkan pendapatan non tiket alias ancillary revenue pada tahun ini.

Untuk itu, Garuda Indonesia menggandeng situs e-commerce JD.ID untuk mengembangkan GarudaShop, layanan belanja online yang memungkinkan para penumpang Garuda Indonesia untuk membeli barang kebutuhan perjalanan dan merchandise Garuda Indonesia secara online.

Direktur Marketing dan TI Garuda Indonesia Nina Sulistyowati mengatakan, lewat kerja sama ini Garuda membidik pendapatan sebesar US$ 1 juta selama setahun pertama beroperasinya GarudaShop ini. “Bahkan saya menargetkan pendapatan dari GarudaShop bisa tumbuh dua kali lipat di tahun kedua nanti,” ujarnya, Tangerang, Selasa (13/2).

VP Loyalty & Ancillary Garuda Selfie Dewiyanti menambahkan, perusahaan tidak mengeluarkan dana sedikitpun terkait pengembangan GarudaShop ini. Seluruh pengembangan website serta promosi dilakukan oleh JD.ID

Pengembangan layanan ini sejalan dengan strategi Garuda untuk meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun ini. Salah satunya ialah dengan meningkatkan ancillary revenue yang didapat dari pendapatan bagasi serta penjualan barang-barang di dalam penerbangan (sales on board).

Upaya menggenjot ancillary revenue dilakukan lantaran pendapatan ini memiliki potensi yang besar. Sebab, tahun lalu, pendapatan non tiket tumbuh hingga 62% year-on-year (yoy) menjadi US$ 38 juta. “Ini adalah bisnis yang paling besar pertumbuhannya di GIAA dibanding bisnis yang lain,” papar Nina. (*/Q)